Selamat datang di blognya merpati putih

Timnas Indonesia Kalah 3 - 0 Lawan Malaysia

Selasa, 28 Desember 2010

Safee Mohd Sali benar-benar menjadi momok bagi Timnas Indonesia. Dua golnya ke gawang Markus Haris Maulana ditambah gol Ashari, membuat Indonesia tak berkutik. Tuan rumah Malaysia unggul tiga gol tanpa balas.
Awal babak kedua, Malaysia langsung menggebrak dan terus mengepung pertahan Indonesiah. Menit ke-60, Safee Mohd Sali berhasil membobol gawang Indonesia. Delapan menit klemudian, giliran Ashari mempecundangi Markus. Safee Mohd Sali kembali menjebol gawang Markus pada menit ke-72.

Dengan kekalahan ini, langkah Indonesia semakin berat karena harus menang sedikitnya empat gol tanpa balas ke gawang Malaysia pada pertandingan leg kedua di Jakarta, 29 Desember mendatang.

Pada babak pertama, Malaysia langsung mengejutkan barisan pertahanan Indonesia. Serangan cepat bertubi-tubi terus dilakukan pasukan Rajagopal ini.

Beberapa peluang emas tuan rumah tercipta di awal-awal babak pertama. Namun, Markus Haris Maulana berhasil mementahkan serangan-serangan pemain Timnas Malaysia.

Indonesia baru bisa mengimbangi tuan rumah setelah separuh akhir babak pertama. Beberapa peluang diciptakan Okto Maniani dan Yongki, namun belum membuahkan hasil.

Sepanjang babak pertama, striker timnas Christian Gonzales belum bisa melakukan manuver-manuver yang berarti, karena dijaga ketat pemain belakang malaysia. Peran Gonzales lebih banyak diambil alih Okto dan Yongki dibantu M Ridwan dari rusuk kanan.

Bagaimana perjuangan Firman Utina dkk untuk mengalahkan Malaysia di leg pertama babak final Piala AFF 2010 yang dilaksanakan di Stadion Bukit Jalil, Malaysia? Berikut ini jalannya pertandingan yang kami sajikan secara live report:

Kaget Kalah 0-3, Pendukung Garuda Tewas

KOTA BIMA - Kabar duka menyeruak di kalangan pendukung fanatik Timnas Indonesia di Kota Bima, NTB. Seorang pencinta Tim Garuda bernama Jalaludin, 40 tahun, warga Lombok Barat meninggal dunia setelah tim kesayangannya kalah telak 3-0 saat laga final dengan Malaysia, Minggu (26/12). Nafas terakhir pedagang buah di Kota Bima berhembus tatkala Firman Utina dkk masih sedang berjibaku di Stadion Bukit Jalil, pukul 21.45 Wita.

‘’Awalnya kondisi Jalal sehat-sehat saja. Ketika gawang Indonesia kebobolan satu gol oleh Malaysia, korban terlihat gemetar,’’ tutur Fikih, pemilik rumah tempat korban menginap sekaligus nonton bola di Rt 09, Rw 03, Lingkungan Sigi, Kelurahan Paruga.

Ketika tubuh Jalaludin bergear, dia masih sempat teriak mengungkapkan kekecewaannya. Berikutnya, korban terlihat serius dan tidak ngomong lagi. ‘’Beberapa saat kemudian, korban turun ke lantai bawah, lantas naik lagi menonton kelanjutan pertandingan antara Indonesia vs Malaysia,’’ sebutnya.

Fikih melanjutkan ceritanya. Ketika gawang Indonesia kembali dibobol Malaysia dengan skor 2-0, korban terlihat menggeleng-gelengkan kepala, kemudian tiba-tiba jatuh tersungkur ke depan. ‘’Awalnya kita mengira korban main-main. Setelah kita periksa dan cek nadinya, tidak terasa ada denyutan,’’ terangnya.

Malam itu juga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayang nyawa korban tidak tertolong. ‘’Saat korban tiba di rumah sakit kondisinya sudah tidak bernyawa (Death On Arrival). Kita tidak tahu apa penyebabnya, karena tidak ada keluarga yang bisa dimintai keterangan untuk mengetahui riwayat penyakitnya,’’ aku dr Wulan, seorang dokter piket RSUD Bima pada malam itu.

Dari Rumah Sakit Bima, mayat korban langsung dibawa pulang ke Lombok dengan mobil ambulance, sekitar pukul 01.00 Wita dinihari. Karena tidak satupun keluarganya di Bima, Fikih bersama dua orang warga Lingkungan Sigi harus mengantar jenazah korban ke Lombok.

Berdasarkan penelusuran Lombok Pos (grup JPNN), Jalaludin baru seminggu berada di Bima, berdagang buah-buahan di sekitar Pandopo Bupati Bima. Almarhum hanya datang sendiri, anak dan isterinya di Lombok. Menurut salah seorang temannya bernama Dodi, almarhum sebenarnya tidak hobby nonton bola. ‘’Selama berlangsung pertandingan piala AFF, pak Jalal jadi hobby nonton bola, mungkin karena yang main Indonesia,’’ duganya.

Mahasiswa Makassar Aniaya Polisi

Mahasiswa Makassar mengamankan seorang polisi 
dari amukan mahasiswa lainnya Jumat (10/12/2010) di 
NV Hadji Kalla Jl Urip Sumoharjo, Makassar.
MAKASSAR - Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus di Kota Makassar, termasuk Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa untuk Hak Asasi Manusia (Amuk HAM), kembali berbuat anarki, Jumat (10/12/2010).

Akibat aksi anarki ratusan mahasiswa yang menumpangi tiga mobil truk ini, belasan sepeda motor dan tiga Pos Polantas milik Polsekta Tamalate yang berada di pertigaan lampu merah Jalan Sultan Alauddin, pos polisi di depan kantor Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan Pos Polantas milik Polsekta Panakkukang di Jalan AP Pettarani bagian selatan rusak parah.

Semua jendela kaca pos polisi pecah akibat hantaman batu, batang pohon, serta balok yang digunakan mahasiswa. Bahkan pos polisi di fly over Sumoharjo hampir terbakar dilempar bom molotov mahasiswa. Warga yang berada di sekitar kejadian langsung memadamkan api yang sudah berkobar.

Selain merusak tiga pos polisi, mahasiswa juga menganiaya dua polisi yang sedang bertugas. Salah satunya yaitu Kepala Satuan Bina Masyarakat (Kasat Bin Mas) Polrestabes Makassar Komisaris Abdul Azis. Ia mengalami luka cukup parah di bagian kelopak mata kiri.

Anggota polisi tersebut langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis oleh tim dokter karena luka yang dialaminya terus mengeluarkan darah segar.

Bukan hanya itu, dua karyawan NV Hadji Kalla di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Andi Burhanuddin dan Minas, juga mengalami luka.

Sebelumnya, mahasiswa terlebih dulu merusak dua sepeda motor, yaitu Suzuki Shogun berpelat nomor DD 6699 Y dan motor Satria FU 125 berpelat nomor DD 20 88 BZ milik anggota polisi yang sedang berjaga di Pos Polantas Alauddin.

Semua bodi motor pecah akibat hantaman batu dan balok, bahkan mahasiswa membuang motor jenis Satria FU 125 tersebut ke dalam got yang dalamnya hingga 1 meter.

Digrebeg Berduaan di Kamar Kos Teman

BATAM - Cinta monyet terkadang membuat remaja kebablasan. Inilah yang dialami seorang pelajar SMP sebut saja Dahlia (13) yang kepergok oleh orang tuanya sendiri sedang berduaan dengan seorang pria di dalam kamar kos milik temannya.Gadis masih bau kencur ini asyik bermadu kasih di sebuh kamar berukuran kecil di daerah Sagulung. Aksi ini diketahui orangtua bunga setelah seharian Dahlia tak pulang ke rumah. Beruntung jarak tempat kos dan rumah Dahlian tidak begitu jauh, sehingga orangtuanya dapat mengetahui keberadaan anaknya.


Takut terjadi apa-apa dengan mahkota anaknya. Orangtua Dahlia memilih melaporkan kejadian ini ke kantor polisi. Sedang pria sebut saja Ringgo pacar Dahlia hanya tersenyum-senyum ketika digelandang ke kantor polisi. Keduanya membantah telah melakukan hubungan suami istri.

"Iya Om saya ditangkap ibunya. Saya pacaran sama dia kenapa dilarang. Lagian saya tidak pernah melakukan yang macam-macam. Sampai kapanpun saya suka sama Dahlia," ujar Ringgo tersenyum.

Polisi akhirnya memanggil baik orangtua Dahlia maupun Ringgo. Supaya membuktikan mereka tidak berbuat mesum alias belajar bikin anak, Dahlia akhirnya diantar ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Hasil visum tidak menemukan luka robek dari kemaluan Dahlia. Polisi akhirnya menawarkan kedua orangtua ini berdamai. Kedua orangtua remaja ini akhirnya mau untuk menyelesaikan perbuatan anaknya secara kekeluargaan.

Kedua ABG ini terlihat santai meski berada di kantor polisi. Tidak tampak ekspresi ketakutan apalagi penyesalan. Polisi memberi surat pernyataan kepada keduanya supaya tidak terjadi sesuatu yang dilarang orangtua, salah satunya melarang mereka berduaan lagi di lokasi yang jauh dari pengawasan orangtua.

"Iya mereka digerebek tadi pagi. Yang perempuannya kelas 2 SMP, yang cowok kelas 1 SMA, tapi sudah putus sekolah. Saya dengar ribut-ribut makanya ingin kami selesaikan, mereka jiawa labil," ujar ibu RT setempat.

Rubrik Usaha, Bisnis jajanan Kue Modal Kecil Saja

Bisnis jajanan kue keberadaannya kian menjamur. Namun demikian, bukan berarti pelaku usaha bisnis ini makin mengecil. Sebaliknya, mereka justru terus melebarkan sayapnya. Optimistis bahwa potensi pasar jajanan akan terus ada.

Christine Wuryanano, salah satu pelaku usaha jajanan Cupbol membuktikan itu. Belum genap setahun terjun ke bisnis ini, kini ia setidaknya telah memiliki 100 mitra usaha dalam bentuk Business Oportunity (BO).
“Waktu itu saya iseng-iseng, karena sebelumnya saya dan suami sudah membuka usaha lain di bidang garmen dan pendidikan. Tapi karena saya dan keluarga suka makan, saya pun iseng bikin jajanan yang unik dan punya nilai jual dengan kemasan menarik,” kata wanita 44 tahun ini.
Ide membuka usaha kuliner lantaran bisnis ini tak ada matinya. “Makanan ringan seperti jajanan atau kudapan kalau unik dan murah pasti cepat lakunya. Apalagi kalau proses dan bahan bakunya sehat,” lanjut Christine.
Mengandalkan keterampilan tangannya, Christine mengolah adonan tepung terigu, mentega, telur ayam, gula, menjadi bola-bola kecil. Setelah itu, bola-bola ini digoreng tanpa minyak. Jajanan mirip mini donat tanpa lobang tengah ini kemudian dikemas dalam wadah cantik. Benar-benar menggugah selera.
Untuk kemasan berisi empat bola dijual Rp 4.000, kemasan berisi delapan bola Rp 7.500. Rasanya bervariasi, mulai Ragout Lovers, Cupbol Chocolate Corner, Cupbol Strike Happines dengan topping beraneka rasa, keju, abon, cokelat, selai, irisan kacang, suwar-suwir daging ayam bakar, sapi panggang, balado, jagung, ikan salmon. Bisa pilih sesuai selera.
“Modal awalnya dulu hanya Rp 10 juta, kini setiap hari omzet minimal Rp 375.000 di luar Sabtu–Minggu. Jadi sebulan paling apes bisa mengantongi Rp 11,25 juta,” ujarnya.
Saat ini, gerai yang dikelola sendiri ada tiga, di Ngagel Jaya Selatan (depan kampus Swastika Prima), depan kampus UPN, dan depan kampus Unair. “Namun, mitra saya sudah ada 100 tersebar di berbagai kota, mulai Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Lumajang, Tulungagung, Jakarta dan Bali,” terang Christine.
Sistem yang ditawarkan baru dalam tahap kemitraan, dengan biaya Rp 9,5 juta (gerobak dorong) atau Rp 16,5 juta (gerobak becak). Cupbol belum dikategorikan bisnis yang bisa di-franchise (waralaba)-kan, karena masih tergolong BO.
“Saya tidak menarik franchise fee maupun royalti fee. Dana Rp 9,5 juta hanya gerobak dan isinya, resep, pelatihan, hingga perlengkapan seragam karyawan,” jelasnya.Untuk mempercepat promosi, ibu dua anak ini sering mengikuti pameran waralaba maupun pameran UKM lainnya. “Saya tularkan ilmu wirausaha ini ke anak saya yang masih SMA. Meskipun dia masih sekolah tapi sudah punya dua gerai GoCrunch –semacam kudapan juga di Royal Plaza dan depan kampus Swastika Prima Ngagel Jaya Selatan,” urai Christine.
Ia mengaku, tak menyoal jika pelaku usaha makanan kudapan saat ini terus menjamur. “Nggak masalah. Pasti ada saja yang beli, selama usaha kita punya keunikan, kualitasnya bagus dan harga terjangkau pasti laku!” yakinnya.Tahun depan, jika modal sudah terkumpul, Christine berniat membuka Rumah Cupbol. “Lihat bagaimana pasar nanti, kalau responsnya terus membaik, mudah-mudahan keinginan itu segera terwujud,” harapnya.
Banyak bank dan lembaga keuangan lainnya yang berniat membiayai ekspansi usaha, namun ia mengaku belum berminat karena pengembangan usaha tidak bisa asal-asalan tanpa memperhitungkan kompetitor.“Dulu BEP saya cuma dua bulan, kalau mitra saya rata-rata 3-4 bulan. Ada juga yang tidak sampai dua bulan, tergantung lokasi usahanya juga,” pungkas Christine.

Kamis, 23 Desember 2010

Situ Gintung Disulap Jadi Taman Rekreasi

Situ Gintung Disulap Jadi Taman RekreasiBerita Terbaru, Situ Gintung, yang berada di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan adalah sebuah bendungan yang dibuat oleh manusia. Pada tahun lalu, tanggul situ tersebut pernah jebol sebanyak 2 kali dan memakan korban jiwa. Untuk penyelesaian masalah tersebut, akhirnya Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane akan melakukan konservasi untuk rehabilitasi bendungan tersebut.
Selain melaksanakan rehabilitasi Situ Gintung, juga akan dibangun zona konservasi yang berhadapan langsung dengan bendungan setinggi 10 meter. Zona tersebut akan menghiasi sepanjang jalur air situ Gintung dan menyambung ke sungai pesanggrahan. Konservasi akan dilakukan dengan cara membuat hutan buatan dengan memberikan porsi pada hewan liar di kawasan yang dibuat dengan kontur berbukit-bukit itu.
Selain zona konservasi, bendungan tersebut juga akan dibuat zona rekreasi dan Situ Center. Untuk zona rekreasi akan dibuat berupa laha terbuka sebagai area berekreasi bagi keluarga yang juga nantinya akan dilengkapi dengan bangku taman, drinking fountain, joging track, dan berbagai sarana bermain. Sementara itu, untuk Situ Center dibuat sebagai pusat informasi mengenai keberadaan situ-situ di Indonesia.
Tidak lupa, untuk mengenang tragedi jebolnya bendungan Situ Gintung yang memakan banyak korban jiwa itu akan dibangun monumen Situ Gintung yang dilengkapi dengan prasasti yang dicantumi nama-nama korban yang tewas dalam tragedi tersebut. Lokasi monumen setinggi 5 meter tersebut dibangun berhadapan dengan bendungan yang jaraknya kurang lebih sekitar 100 meter. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan sisi yang paling parah terkena musibah.
Pembangunan yang menghabiskan dana sebesar Rp 94,3 miliar ini diperkirakan akan selesai pada Mei 2011 dan dibuka pada bulan Juni 2011 bersamaan dengan difungsikannya bendungan situ gintung yang saat ini masih dalam proses akhir bangunan.




Rabu, 22 Desember 2010

jadikan kegagalan sebagai tolak ukur kedewasaan anda

Powered by Blogger